Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minum vitamin bisa memperpendek usia?


Minum vitamin bisa memperpendek usia?

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi vitamin ternyata memiliki risiko meninggal lebih tinggi daripada mereka yang tidak minum vitamin. Penelitian yang melibatkan 1800 warga Finlandia berusia 62 sampai 74 tahun ini membuktikan jumlah orang yang meninggal karena konsumsi rutin vitamin lebih banyak daripada mereka yang tidak mengonsumsi.


Hasil penelitian ini sejalan dengan sebuah studi yang pernah dilakukan oleh para ahli di University of Minnesota yang juga menemukan fakta mengenai hubungan mengonsumsi vitamin dengan usia seseorang. Para ahli menduga bahwa orang-orang yang tergantung dengan vitamin tersebut memang memiliki masalah kesehatan, sehingga mereka memilih untuk mengonsumsi vitamin atau suplemen secara rutin (yang ternyata malah berdampak buruk bagi kesehatan mereka).


Sebagaimana berita ini dilansir dari India Times (26/03), konsumsi vitamin meningkatkan kadar besi dalam tubuh secara berlebihan dan berbahaya bagi kesehatan. Senyawa besi tersebut juga pro-oksidan yang mampu memicu stres dan berdampak pada penyakit kronis.


Meskipun demikian, penelitian yang telah dipublikasikan ke dalam jurnal Archives of Internal Medicine ini tetap membutuhkan studi lebih lanjut. Selain itu, meningkatnya jumlah orang yang meninggal meski telah mengonsumsi vitamin secara rutin bukan berarti vitamin menjadi satu-satunya penyebab kematian seseorang tersebut.



Sumber: merdeka

Jerawat !!! ga Dehh!

JERAWAT bisa menyerang segala usia. Dan umumnya masalah jerawat yang dialami para wanita di atas usia 30 tahun disebabkan penggunaan kosmetik yang salah.

Jerawat dan Kanker

Wanita mana yang tak tergoda iklan-iklan produk kecantikan? Pemutih kulit, misalnya. Padahal, produk pemutih yang menawarkan keberhasilan dalam waktu singkat cenderung tidak aman.

Memang, dalam sekejap kulit akan berubah. Tapi akibatnya, jerawat mudah timbul. Bahkan dalam jangka panjang dikhawatirkan terjadi kanker kulit. Pasalnya produk pemutih tersebut mengandung zat yang mampu menghilangkan pigmen melanin pelindung kulit sehingga sinar UV yang berbahaya mudah terserap kulit.

Faktor Lainnya

- Perubahan hormonal. Umumnya jelang menapouse, akseptor KB jenis suntik dan pil, atau Moms yang mengonsumsi obat penyubur.

- Lingkungan. Udara panas, lembap, terlalu dingin atau kering juga dapat memicu timbulnya jerawat.

- Polusi udara. Zat-zat polutan seperti CO atau zat kimia lainnya yang berbahaya bagi kesehatan kulit.

- Gizi atau makanan yang dikonsumsi. Makanan yang berlemak dan merangsang seperti yang pedas-pedas atau serba digoreng akan menyebabkan aktivitas kelenjar lemak bekerja lebih keras.

- Stres emosi dan fisik. Tidak bisa mengendalikan stres akan lebih mudah berjerawat.

- Penyakit. Penyakit tertentu dengan minum obat-obatan khusus yang mengandung steroid ataupun yang menimbulkan alergi. Selain obat, juga bahan kimia tertentu yang diminum, misal, pemanis aspartam.

Buang air besar yang tidak teratur sehingga racun-racun tubuh banyak yang tidak terbuang.

Upaya Pencegahan

Jerawat dapat dicegah dengan:
- Merawat kebersihan kulit. Setiap malam, bersihkan muka dengan susu pembersih dan penyegar atau sabun khusus wajah dengan PH 5,5.

- Sebelum tidur, bagi wanita di atas usia 35 tahun, gunakan krim malam untuk menormalkan penggantian kulit – dapat mencegah keriput dini. Ingat, semakin bertambah usia wanita maka semakin lambat penggantian kulitnya.

- Bila akan keluar rumah pada siang hari, jangan lupa memakai sunscreen SPF 15 atau 30 untuk mencegah paparan sinar UV. Begitu pula bagi para wanita yang sering berada di dalam ruangan ber-AC dan duduk di depan komputer.

- Pakai pelembap untuk menjaga agar kulit tidak kering, meskipun tidak keluar rumah.

- Jangan terlalu sering memakai make up tebal.

- Untuk menghilangkan komedo, facial boleh saja dilakukan, 1 atau 3 bulan sekali. Sedangkan untuk mengangkat sel-sel kulit mati, masker bisa dilakukan seminggu sekali atau 2x seminggu agar sumbatan hilang.
Hindari polusi seminimal mungkin. Jika terpaksa harus naik motor, gunakan kain penutup wajah untuk mengurangi paparan debu dan gas CO.

- Gizi seimbang. Makanlah makanan sehat dan banyaklah mengonsumsi buah dan sayur agar pencernaan bekerja lebih baik. Kurangi makanan berlemak atau pencetus jerawat lainnya.

- Perbanyak olahraga dan hindari stres berlebihan. Pilih olahraga yang ringan-ringan saja seperti berjalan kaki selama 30 menit di pagi hari.

Pengobatan

Jika jerawat terlanjur menetap di wajah, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit. Kalau sudah diketahui penyebab utamanya, akan lebih mudah mengobatinya.

Bila jerawat sudah merah dan meradang, jangan dipencet, karena akan bertambah parah.
Khusus wanita yang mengalami jerawat setelah pemakaian alat kontrasepsi, biasanya dirujuk oleh dokter kulit untuk periksa ke dokter kandungan lebih dulu untuk memastikan penyebabnya.

Konsultan: dr Dewi Inong Kirana SpKK dari RSIA Permata Cibubur. (Sumber: Mom & Kiddie)
(tty)

Metode Kerokan Baikkah untuk Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai orang Indonesia, tentu kita tidak asing dengan metode penyembuhan sendiri dengan cara menggosok tubuh dengan alat atau kerokan. Metode tradisional ini telah menjadi andalan banyak orang untuk mengatasi masuk angin, mual, atau tidak enak badan.


Meskipun terkesan tradisional, menurut ahli kedokteran olahraga dr Michael Triangto, Sp.KO, metode kerokan memang berkhasiat untuk menyembuhkan rasa tidak enak atau demam.

"Kerokan pada dasarnya adalah menipiskan kulit. Tindakan ini membuat panas tubuh mudah keluar sehingga suhu tubuh yang semula demam menjadi turun," kata dr Michael Triangto ketika ditemui dalam acara peluncuran produk koyo pereda nyeri otot di Jakarta, Selasa (13/9/2011).

Ia menambahkan, "hasil kerokan" sebaiknya tidak acak-acakan. "Baiknya jika (dilakukan) seperti motif tulang daun atau ikan karena bentuk serat otot memang demikian. Saat kerokan pun ada faktor penekanan sehingga seperti pemijatan. Hal ini akan memberi efek pemanjangan pada otot-otot yang memendek karena peradangan. Dengan begitu rasa pegal-pegal pun akan hilang," papar dokter yang berpraktik di klinik Slim and Health ini.

Kendati begitu, Triangto menekankan bahwa tidak semua orang cocok dengan metode penyembuhan alternatif yang satu ini. "Ada yang tidak suka karena kesakitan," imbuhnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...